Hidup Hanya 6 Jam dan Menyelamatkan 2 Nyawa

DokterSehat.Com – Ada pasangan suami isteri yg sudah hayati sejumlah usang namun belum memiliki keturunan. Sejak 10 tahun yg kemudian, oleh istri terlibat aktif dalam kegiatan buat menentang ABORSI,lantaran menurutberdasarkan pandangannya, aborsi bermakna membunuh seseorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya oleh istri hamil, sebagaiakibatnya pasangan tadi benar-benar bahagia. Mereka menyebarkan keterangan baik ini kepada famili, teman-teman & teman-sahabat, dan lingkungan sekitarnya. Semua penduduk turut bersukacita menggunakan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki-laki & perempuan. Namun setelah beberapa bulan, sesuatu yg buruk berlangsung. Bayi perempuan mengalami kelainan, & ia mungkin tidak sanggup hidup hingga periode kelahiran tiba. Dan kondisinya pula dapat menghipnotis kondisi bayi laki-laki. Jadi dokter menyarankan buat dilakukan aborsi, demi buat sang ibu & bayi laki2 nya.

Fakta ini menciptakan kondisi menjadi berlawanan. Baik oleh suami maupun oleh istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras buat nir menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tersebut), namun pula khawatir pada kesehatan bayi laki-lakinya. “Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak”, kata sang ibu di jeda tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan pertolongan akhlak pada pasangan tersebut,dengan mengungkapkan bahwa ini merupakan kehendak Tuhan.

Ketika sang istri bertambah mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-datang dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih sabar. Pasangan ini berusaha keras buat menerima warta ini. Mereka mencari berita di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan sangatbanyak dokter, buat memeriksa lebih sangatbanyak mengenai perkara bayi mereka. Satu hal yg mereka temukan adalah bahwa mereka nir sendirian. Banyak pasangan lainnya yg jua mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak bisa hayati usang. Mereka jua menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, apabila mereka mampu mendapat donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yg sangat langka. Siapa yg mau mendonorkan organ bayinya ke penduduk lain ? Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey & Anne. Mereka konsisten berdo’a kepada Tuhan. Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka baiknya memohon agar diberikan talenta buat menghadapi apapun yang berlangsung, karena mereka konfiden Tuhan mempunyai rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter menyampaikan bahwa Anne cukup sehat buat dilahirkan, namun ia tidak akan bertahan hidup lebih dari dua jam. Sang istri kemudian berdiskusi menggunakan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk berlangsung dalam Anne, mereka dapat mendonorkan organnya. Ada dua bayi yg sedang berjuang hayati dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi menjadi orang tua, dimana mereka bahkan tidak bisa menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad buat sabar menghadapi kenyataan yang akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan ke2 bayinya menggunakan selamat. Pada moment yg sangat berharga tadi, oleh suami menggendong Anne dengan begitu hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan cantik. Senyuman Anne yg imut tak bakal sempat terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata-istilah di dunia ini yg sanggup menggambarkan insting pasangan tersebut dalam ketika itu. Mereka sangatlah bangga bahwa mereka telah melakukan pilihan yang sempurna (dengan nir mengaborsi Anne), mereka sangatlah bahagia menengok Anne yang benar-benar kecil tersenyum dalam mereka, mereka begitu murung lantaran kebahagiaan ini bakal berakhir dalam sejumlah jam saja. Kakak Anne, Jeffrey Pun menangis…

Sungguh nir ada kata-istilah yang bisa mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang tetap jatuh mengalir, air mata yg dari asal jiwa mereka yang terluka..
Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat keluarga memiliki kesempatan buat menengok Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne permanen bertahan hayati setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yg lebih sangatbanyak bagi keluarga tadi buat saling menyebarkan kebahagiaan. Tetapi Anne nir sanggup bertahan setelah enam jam…..

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan mekanisme pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tersebut bahwa donor tersebut berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tadi sekarang sadar dapat kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hayati selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, & sang Anne yang kecil akan hayati pada hati mereka selamanya…

SESUNGGUHYA, tidaklah krusial berapa lama kita hidup, satu hari atau bahkan seratus tahun. Hal yg sahih-benar penting adalah apa yang sudah kita lakukan selama hidup kita, yg berguna bagi penduduk lain.

asal: kitab “Gifts From The Heart for Women” – Karen Kingsbury

Membuka Pintu Mobil dengan Tangan Kananmu Dapat Menyelamatkan Nyawa

Belum ada Komentar untuk "Hidup Hanya 6 Jam dan Menyelamatkan 2 Nyawa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel