KEJANG DEMAM (Febrile Seizure)

DokterSehat.Com – Membaca kisah Dita yg anaknya tau-tau kejang saat panas tinggi, saya jadi terdorong buat mencari tau tentang seluk beluk kejang demam ini. Demam kan termasuk tanda-tanda rutin yg takjarang dialami anak-anak. Sementara kejang demam sendiri hanya terjadi pada 1 asal 25 anak berusia 6 bulan – lima tahun, & lebihkurang sepertiganya mengalami lebih dari sekali.

Selama ini persepsi kita merupakan kejang demam berbahaya & dapat menjadikan fatal Mengganggu otak, bahkan kematian. Benarkah demikian?

Kejang demam atau tahap kalo masyarakat Indonesia bilang (berasal istilah stuip, bahasa Belanda), adalah kejang yang terjadi dalam waktu anak demam tiada infeksi mekanisme syaraf sentra. Bedanya dengan epilepsi merupakan, kejang epilepsi nir terjadi waktu demam.

Kejang demam ternyata dalam dasarnya nir berbahaya walau tentu traumatik terutama untuk orang tua atau pengasuh yang menangani pada saat kejang terjadi.

Kejang demam terdapat dua:

1. Kejang Demam Sederhana

  • berlangsung maksimal 10 mnt
  • berhenti dengan sendirinya.
  • guncangan terjadi dalam seluruh badan/rata.

dua. Kejang Demam Kompleks :

  • terjadi lebih dari 10 mnt, bahkan lebih dari 15 menit.
  • berulang dalam 24 jam.
  • guncangan terbatas dalam satu segi/sebagian badan saja.

GEJALA
Gejalanya kejang demam diantaranya:

  • Demam (terutama demam tinggi ataupun kenaikan suhu badan yang berlangsung dengan datang-tiba).
  • Pingsan yang berlangsung selama 30 dtk-5 mnt (hampir selalu terjadi dalam anak-anak yang mengalami kejang demam).
  • Postur tonik (kontraksi dan kekakuan otot menyeluruh yang umumnya terjadi selama 10-20 detik).
  • Gerakan klonik (kontraksi & relaksasi otot yg kuat dan berirama, umumnya terjadi selama 1-dua mnt).
  • Bola matanya berputar ke belakang ketua.
  • Lidah ataupun pipinya tergigit.
  • Gigi atau rahangnya terkatup rapat.
  • Inkontinensia (mengeluarkan air kemih maupun tinja diluar kesadarannya).
  • Gangguan pernafasan.
  • Apneu (henti nafas).
  • Kulitnya kebiruan.

 

Setelah mengalami kejang, umumnya:

  • dapat pulang sadar pada saat beberapa mnt ataupun tertidur selama 1 jam ataupun lebih.
  • terjadi amnesia (tidak ingat apa yg sudah berlangsung) – sakit kepala.
  • mengantuk.
  • linglung (adinterim dan sifatnya enteng).

 

NOTE: apabila kejang tunggal terjadi kurang asal 5 mnt, maka estimasi terjadinya cedera otak ataupun kejang menahun merupakan mini.

PENYEBAB
Kejang Demam Tunggal

Penyebab pasti kejang demam belum dikenal, tapi ada sejumlah faktor yg selalu terjalin menggunakan kejang demam, yaitu:

  • kenaikan ataupun keterpurukan suhu tubuh yang drastis waktu demam. Pemicu kejang demam tidak hanya kenainkan suhu tubuh yg mendadak, akantetapi mampu pula kemerosotan suhu yang spontan.
  • dehidrasi atau kekurangan cairan selama demam. Dehidrasi ketika demam menciptakan suhu tubuh bertambah meningkat. Meningkatnya suhu tubuh menambah estimasi kejang demam.
  • usia anak 6 bulan – lima tahun. Diatas usia 5 tahun mini perkiraan berlangsung kejang demam.
  • ada famili dekat yg saat mini mengalami kejang demam juga.
  • sejumlah penyakit kecenderungan lebih ‘mengakibatkan’ kejang demam dibanding penyakit lain. Terutama penyakit: Roseola, disentri karena kuman Shigella, keracunan, dan radang otak (meningitis ataupun ensefalitis).

Kejang Demam Berulang

Kejang demam bisa terulang saat suatu saat anak demam lagi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kejang demam berulang antara lain:

  • Usia < 15 bulan saat kejang demam pertama, dan anak berusia dibawah 5 tahun.
  • Riwayat kejang demam dalam keluarga.
  • Kejang demam berlangsung segera setelah mulai demam atau saat suhu sudah relatif normal.
  • Riwayat demam yang seringkali.Kejang pertama adalah kejang demam kompleks.

PENANGANAN

Penanganan Di Rumah

Jika anak mengalami kejang demam, tetaplah damai & mengikuti proses-langkah ini buat membantu anak selama kejang:

  • miringkan tubuh anak supaya jika muntah nir tersedak.
  • tempatkan diatas loka tidur maupun di lantai yang datar agar tidak jatuh.
  • longgarkan busana atau aksesoris yg sedang digunakan.
  • jangan menghambat mobilitas anak.
  • pantau kondisi anak selama kejang. Siaga apabila anak memerlukan donasi maupun ditenangkan.
  • jangan memasukan apapun ke pada mulut anak agar tidak tersedak.

Jika mungkin, catat:

  • lamanya kejang memakai jam, jam tangan, ataupun stopwatch (umumnya ada fitur stopwatch di ponsel). Karena amat mengkhawatirkan, kejang kelihatannya terjadi lebih usang berasal sebenarnya.
  • segi mana berasal badan anak yang mulai mengejang duluan.
  • tanda-tanda penyakit lain yang ikuti selain demam.
  • Informasi ini sangatlah krusial buat menentukan jenis kejangnya & jenis penyakit penyebab demamnya.

Kapan Harus Ke Dokter

Sesegera mungkin konsultasikan kejang pertama ke dokter, walau hanya berlangsung beberapa dtk saja. Bila kejang benar-benar singkat, hubungi dokter segera sehabis terselesaikan & tanyakan kapan anak mampu diperiksa. Bila Kejang berlangsung lebih dari 5 mnt maupun dibarengi dengan muntah, kaku kuduk, masalah bernapas maupun mengantuk parah, segera ke IGD.

Biasanya nir lama setelah mengalami kejang demam, anak telah bisa bermain balik.

Dengan bersikap permanen damai, memantau keadaan anak, & memahami kapan wajib menghubungi dokter, kita telah melakukan semua yg dibutuhkan buat kebaikan anak.

Sumber : mommiesdaily.Com

Febrile Seizures

Belum ada Komentar untuk "KEJANG DEMAM (Febrile Seizure)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel