Penggunaan Tawas dan Benzoat dalam Produksi Ikan Asap
Ikan Asap
Ikan merupakan produk yang memiliki nilai gizi yg tinggi. Pada saat hayati daging ikan adalah produk steril. Akan tetapi sesudah ditangkap dan mati bakal cepat rusak lantaran mikroba dan enzim yg terdapat di dalam pencernaan akan Mengganggu daging ikan. Sehingga diharapkan suatu metode buat meningkatkan umur simpannya. Salah satu trik yg digunakan merupakan pengasapan.
Pengasapan merupakan suatu cara pengawetan menggunakan menggunakan asap hasil pembakaran kayu. Asap tadi mengandung anekamacam ragam senyawa yg mempunyai karakter antimikroba & juga bisa menaruh aroma & rasa yang khas.
Akan tetapi di rakyat didapati anekamacam jenis penyimpangan dalam pembuatannya, antaralain dengan penambahan tawas & benzoate yg berlebih.
Tawas
Tawas memiliki struktur KAl(SO4)dua maupun dalam bentuk dodecahidrat menjadi KAl(SO4)2•12(HduaO). Lewatcara umum tawas digunakan menjadi deodorant, karena mempunyai sifat astringent & antiseptik. Tawas pula digunakan menjadi penjernih air lantaran dapat mengendapkan kotoran di dalam air.
Menurut Nurrahman dan Isworo 2002 disebutkan bahwa pemberian tawas dalam air buat merendam ikan sebelum diasapkan bertujuan supaya ikan yg dihasilkan sebagai lebih putih, kenyal, kompak, kesat, mengurangi rasa pahit dan bau amis. Pada analisis Harobi & Yusrin 2005, dikatakan bahwa ikan yg direndam dengan larutan tawas menggunakan fokus 4% -12% selama 30 menit sampai 120 menit, daging ikan akan menyerap alumunium sebesar 0.226-0.413 ppm. Proses pengasapan selama 4 jam diketahui tidak dapat mengurangi konsentrasi alumunium di dalam daging ikan.
Selain tersebut tawas jua digunakan buat pengolahan manisan pengecap buaya, adonan pembuatan bihun supaya tidak ringkih & berwarna putih, menghidamkan kacang hijau bahan isi bakpao (Haribi & Yusrin 1995).
Tawas meliputi bahan kimia yang masuk penjabaran berbahaya, yg dapat menyebabkan kerusakan parah dalam kesehatan bila terhirup, tertelan, ataupun terserap malalui kulit. Apabila diserang mata dapat menyebabkan irritasi mata, bila terkonsumsi akan menyebabkan iritasi organ pencernaan (ACROS 2005).
Dilihat berasal struktur kimianya tawas mengandung logam berat alumunium yang pada bentuk ion sangat beracun bila terkonsumsi dalam jumlah hiperbola. Paparan alumunium berlebih dapat merusak organ detoktifikasi merupakan hati.
Menurut Wiley 2007, disebut bahwa KAl(SO4)2 termasuk bahan yg digunakan buat mengkompakkan bahan. Beberapa bahan tambahan makanan yang dapat dipakai buat menggantikan tawas menjadi bahan pengenyal merupakan Calcium carbonate (E170), Calcium hydrogen sulfite (E227), Calcium citrates (E333), Calcium phosphates (E341), Calcium sulfate (E516), Calcium chloride (E509), Magnesium chloride (E511), Magnesium sulfate (E518), Calcium gluconate (E578), Magnesium gluconate (E580) yang lebih aman.
Asam benzoate
Benzoate adalah grup bahan pengawet yang terdiri dari asan benzoate, sodium benzoate, potassium benzoate, kalsium benzoate, dan etil paraben. Dengan angka E adalah E210-E219. Benzoate merupakan bahan tambahan kuliner yg diperbolehkan dipakai menggunakan batas batas eksklusif. Meurut Codex Alimenterus Commision 192-1995 (2010) bahwa kuliner yang meliputi ikan asap dapat diaplikasikan benzoate hingga 200 mg/ kg. Menurut Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (2005) dimaksud bahwa nilai ADI (Allowable daily intake) benzoate dan garamnya merupakan 0-lima mg/ kg berat badan (0-300 mg/hari buat masyarakat menggunakan berat tubuh 60 kg).
Asupan yang berlebihan dapat mengakibatkan berbagai ragam penyakit meliputi gangguan ginjal, kerusakan DNA, & penyakit Parkinson. Pada konsumsi sampai 2500 mg/ hari dapat mengakibatkan sakit ketua, iritasi kerongkongan.
Akan namun wajib diketahui pemakaian tawas dan benzoate di warga nir menggunakan dosis yang baik. Hal ini mengakibatkan tingginya peluang terjadinya over dosis.
Kesimpulan
Penggunaan tawas menjadi bahan pengenyal berbahaya sehingga mesti digunakan bahan tambahan lainnya yg aman. Penggunaan benzoate sebagai pengawet aman pada batasan tertentu, sehingga pengajaran terhadap pengguna benzoate tentang anggaran pakainya mesti ditingkatkan.
Catatan:
Akan ditayangkan dalam program Sigi Investigasi SCTV tiga Juli 2011 pukul 00.30
Belum ada Komentar untuk "Penggunaan Tawas dan Benzoat dalam Produksi Ikan Asap"
Posting Komentar