Miastenia Gravis (Myasthenia Gravis/MG)

DokterSehat.Com – Nama penyakit ini cukup indah, Miastenia Gravis (Myasthenia Gravis/MG). Tapi waktu menyelinap ke tubuh, luar biasa menyakitkan & penuh usaha bagi pasien buat melawan penyakit langka yang susah disembuhkan ini. Penderitanya seumur hidup wajib berjibaku menggunakan MG.

Penyakit ini membutuhkan porto yg tidak sedikit. Tak sedikit pasien MG yg menyerah di usia belia lantaran kurang porto berobat. Beruntung apabila dari asal keluarga sanggup, sebagaiakibatnya penderitanya mampu bertahan & mencoba buat hayati senormal mungkin meski sulit.

MG adalah penyakit autoimun, yang adalah proses imun pada tubuh yang seharusnya melindungi diri malah bersimpangan sebagai menyerang organ-organ dalam tubuh terutama proses sambungan saraf (synaps).

Pada penderita MG, sel antibodi badan maupun kekebalan akan menyerang sambungan saraf yang mengandung acetylcholine (ACh), yakni neurotransmiter yg mengantarkan rangsangan asal saraf satu ke saraf lainnya.

Jika reseptor mengalami gangguan maka akan menyebabkan defisiensi, sehingga komunikasi antara sel saraf & otot terganggu & mengakibatkan kelemahan otot.

>Terlalu sedih, stres, kelelahan, murka atau terlalu gembira mampu mengakibatkan penderita MG mengalami kekambuhan bahkan hingga mengalami gagal napas lantaran saraf-saraf napas tidak bisa berkecimpung misalnya yg seringkali dialami Dyani Gobel.

“Jadi aku tidak bisa terlalu murung. Dulu karena terlalu murung & stres sehabis ditinggal almarhum mak, saya masuk ICU 21 hari. Kalau terlalu gembira aku juga merasa deg-degan,” ujar Dyani Gobel (24 tahun) yang divonis menderita MG semenjak usia 3 tahun, waktu dihubungi detikHealth.

Saat penyakit ini kambuh, Dyani sudahpernah mengalami koma & wajib masuk ICU beberapa kali.

“Saya sempat 2 kali masuk ICU, yang pertama 21 hari & kedua 38 hari. Itu bahkan hingga koma 4 kali. ICU pertama habis sekitar 98 juta & yang kedua hampir samalah, lebihkurang 112 juta,” ujar mahasiswi jurusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina Jakarta ini.

Pertama kali mengalami tanda-tanda penyakit ini, ia & famili nir mengetahui banyaksekali tentang MG, bahkan dianggap keluarganya ia diguna-fungsi.

“Dulu waktu awal-awal kita belum memahami ini penyakit apa, malah dianggap kena faedah-manfaat lantaran aku ngomongnya sebagai pelo (cadel),” kentara gadis kelahiran 13 Mei 1987.

Gejala awal dirinya menderita MG tutur Dyani merupakan kelopak mata turun bergantian kanan & kiri, waktu bangun tidur merasa mual. Dan seiring berjalannya ketika, mata Dyani bahkan nir bisa melirik.

Gejala kelompak mata turun ini diamini sang dr Dante Saksono, SpPD, PhD, dari RS Cipto Mangunkusumo dalam goresanpena detikHealth.

Gejala yg muncul dalam Miastenia Gravis mampu ringan maupun berat. Menurut dr Dante, pada usia di bawah 40 tahun lebih banyaksekali wanita yg menderita MG ketimbang laki-laki. Tetapi buat penderita di atas usia 50-70 tahun, presentase antara perempuan & laki-laki adalah sama.

dr Dante menuturkan gejala-tanda-tanda Miastenia Gravis dalam pasien usia produktif antara lain:

  1. Kelopak mata turun sebelah atau layu (asimetrik ptosis)
  2. Penglihatan ganda
  3. Kelemahan otot pada jari-jari, tangan & kaki (misalnya tanda-tanda stroke tapi tidak disertai tanda-tanda stroke lainnya)
  4. Gangguan menelan
  5. Gangguan tuturkata
  6. Dan gejala berat berbentuk melemahnya otot pernapasan (respiratory paralysis), yg umumnya menyerang bayi yg baru lahir

“Dari kecil itu kelopak mata turun dan sudahpernah gak sanggup arah. Tapi dulu aku belum disuruh minum obat. Saya baru minum obat mestinon ketika umur 16 tahun,” kentara Dyani.

Penyakit ini emang sulit sembuhnya, si penderita begitu tergantung pada obat-obatan misalnya mestinon. Tapi penyakit ini sanggup mengalami remisi ataupun saat tidak kambuh. Menghindari stres dan kelelahan sangatlah disarankan agar penyakit ini tak gampang kambuh.

“Kalau aku kini sudah mendingan, terkini rawat inap tahun 2006. Sekarang bahkan takaran mestinon saya cuma 1 kali seminggu yg tadinya sehari tiga kali. Tapi ada teman-sahabat (penderita MG) yg harus minum obat 8 kali sehari,” jelas gadis yg kini tengah ribet menuntaskan skripsi.

Mestinon (Pyridostigmine bromide) merupakan obat yg dipakai untuk mengobati kelemahan otot pada masyarakat dengan Miastenia Gravis.

Operasi thymus bener-bener adalah galat satu pengobatan bagi penderita MG. Penyakit ini bisa diobati tergantung kerusakan sistem saraf yang dialami. Pengobatan yg biasa dieksekusi merupakan:

  1. Memberi obat-obatan yg bisa menekan reaksi autoimun maupun antibodi yang menyerang acetylcholine
  2. Cuci darah atau hemodialisis, menggunakan menyaring antibodi & membuatnya nir aktif lagi
  3. Pada penderita thymoma, maka tumor pada kelenjar thymus wajib dioperasi.

Sumber : resep.Halaman.Id

Myasthenia gravis - causes, symptoms, treatment, pathology

Belum ada Komentar untuk "Miastenia Gravis (Myasthenia Gravis/MG)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel