Abon Itu Hanya Penyedap Bukan Sumber Protein
Doktersehat.Com – Sebagaimana bahan aslinya ialah daging, abon merupakan asal protein. Abon terbuat dari daging yang nir berlemak, tetapi kandungan lemaknya terus cukup tinggi, lantaran dilakukanya proses penggorengan. Meskipun pada prosedur pembuatannya terdapat tahap pengepresan, namun kadangkala terus cukup banyak lemak / minyak yg tertinggal kecuali jika protesis pabrik, pengepresan lebih paripurna sebagaiakibatnya lemak tidak ada.
dibanding menggunakan daging, mutu protein abon lebih rendah (menurun) karena adanya proses proses pencokelatan (browning). Reaksi pencokelatan mengakibatkan protein bereaksi dengan karbohidrat sebagaiakibatnya sukar dicerna oleh enzim pencernaan.
Banyak penduduk beranggapan bahwa abon adalah asal protein. Makanan ini memang memang terbuat berasal bahan kuliner sumber protein (daging sapi, ayam, ikan). Tetapi anggapan tersebut galat. Mengapa demikian?
Djoko Sutopo, seorang ahli gizi yang tinggal di Gorontalo, menuliskan faktanya mengenai abon ini di gerombolan Facebook Gerakan Sadar Gizi. Menurutnya, pengolahan abon menggunakan memakai suhu tinggi akan mengakibatkan “reaksi pencoklatan” sehingga protein sebagai rusak dan sukar/tidak bisa dicerna.
“Makanan yg tidak dapat dicerna pasti tidak dapat diperlukan sebagai sumber zat gizi dan hanya sebagai sampah. Jadi Abon usahakan hanya digunakan sebagai penyedap, bukan sumber zat gizi,” kata Djoko Sutopo.
Penggunaan panas yg tidak terlalu tinggi dapat menaikkan mutu/nilai gizi terutama protein.
Contoh: telur yang dimasak lebih baik daripada telur mentah, kacang-kacangan yang dimasak lebih baik daripada kacang mentah karena senyawa-senyawa penghambat enzim protease menjadi in-aktif.
Tetapi pemanfaatan suhu tinggi contohnya digoreng hingga kering, dipanggang, dibakar tersebut merusak nilai gizi protein (bukan kadarnya) lantaran berlangsung polimerisasi, ikatan kompleks, ikatan silang sehingga enzim yg ada di perut insan tidak bisa mencerna. Tidak terdapat bahan makanan satupun yang bermanfaat bagi manusia bila tidak bisa dicerna & diserap.
Jadi semua bahan kuliner yang menjadi coklat atau terbakar karena suhu tinggi merupakan rusak, contoh: ikan yg digoreng hingga kering, kerak nasi goreng, kerak roti, kerak mata sapi, daging sate yang terbakar.
Lalu berapa banyak yang bisa difungsikan? Ya dicermati berapa banyak yang sebagai coklat & kemarau. Lah bila abon kan seluruhnya jadi coklat. Lalu apa terus bisa dimakan?
“Ya boleh, bukan sebagai asal protein tetapi menjadi teman nasi kalau tidak terlalu seringkali lantaran ada laporan bahwa protein yang terbakar dapat berubah pembawaan potensial bersifat “karsinogenik, ungkapnya.
Sumber : id.She.Yahoo.Com & pengumpuldollar.Wordpress.Com
Belum ada Komentar untuk "Abon Itu Hanya Penyedap Bukan Sumber Protein"
Posting Komentar