Masalah Seputar Pemakaian Pembalut
Doktersehat.Com – Setiap perempuan wajib menjaga kesehatannya meliputi organ intimnya. Di global, setiap dua mnt, seorang perempuan mangkat akibat kanker serviks, di Indonesia, setiap 1 jam (Ferlay J et al. Globocan 2002. IARC 2004). Sementara ketidaktahuan para wanita bakal ancaman kanker serviks pula turut membantu banyaknya perempuan yang meninggal akibat penyakit ini.
Ditemukan Penyebab Utama Kanker Mulut Rahim di Indonesia Adalah Pembalut berkualitas buruk, Hati-Hati dengan Pembalut Anda, Cek Kualitas Pembalut Yang Biasa Anda Pakai. Menurut WHO (Tubuh Kesehatan Dunia), Indonesia merupakan negara menggunakan penderita kanker mulut rahim (serviks) no.1 di Dunia & 62% nya dipicu oleh pemakaian pembalut yang kurang berkualitas!
Di RSCM, 400 pasien kanker serviks baru setiap tahunnya. Di RSCM, kematian dampak kanker serviks kuranglebih 66%
Selama bergelut siklus menstruasi, organ intim perempuan berada pada kondisi yg lebih lembab dari umumnya. Itulah mengapa setiap perempuan harus lebih memperhatikan kondisi organ intim selama menstruasi.
Dr dr Junita Indarti, SpOG, seorangahli kebidanan dan penyakit kandungan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, menuturkan bahwa akibat asal lalai menjaga kebersihan organ intim khususnya saat siklus menstruasi adalah tumbuhnya mikroorganisme yg nir dibutuhkan. Kelalaian ini pula mampu menyebabkan bau, infeksi, & keputihan yg tidak wajar.
“Darah itu, kan, sarana kuman yg baik, mengingat selama menstruasi darah akan melekat di bagianatas vulva, maka kita harus masih menjaga kebersihannya agar kelembaban vagina tetap terjaga,” ujar Junita.
Kelembaban vagina jua perlu dijaga menggunakan memakai pembalut menggunakan cermat. Inilah 3 hal sekitar pembalut yang harus Anda ketahui:
Pilah-memilih pembalut
Beragam genre pembalut di pasaran memperlihatkan anekamacam penemuan yg menjamin menjadi produk maksimal & teraman buat kesehatan. Menurut Junita, dalam dasarnya nir terdapat genre pembalut yang lebih baik atau lebih tidakbaik. “Tidak terdapat kategori spesifik, yang penting bisa menyerap darah haid dengan baik dan menciptakan nyaman,” ujar Junita.
Dengan demikian, kriteria pembalut yang baik dapat tidakselaras setiap orangnya. Baik dipandang asal ukuran panjang juga ketebalan, seluruh tergantung dalam setiap individu. Begitu pula dengan pembalut herbal yg disebut-sebut lebih kondusif dan aman. “Pembalut herbal, sebenarnya sama saja. Pasalnya, kandungan herbal ataupun antibakteri yg terkandung pada pembalut, kan, hanya bekerja di bagianatas vagina. Ia nir sampai masuk ke liang vagina sehingga nir bisa mengobati ke pada,” tegas Junita.
Ia lantas menambahkan bahwa kandungan antibakteri ataupun antioksidan pada pembalut pun sebenarnya tidak terlampau harus. “Intinya, sich, menciptakan nyaman. Apakah energi serapnya baik & ukurannya tepat? Itu saja relatif. Karena terdapat pula, kan, pembalut yang penyerapannya nir maksimal.”
Rutin mengganti pembalut
Normalnya, haid berlangsung pada daur 21-35 hari, selama 3 sampai tujuh hari dalam satu siklusnya. Dalam kisaran yang normal juga, jumlah darah selama satu daur menstruasi kurang lebih sebesar 50 cc. Namun jumlah darah selama haid dalam setiap wanita bhineka. Oleh lantaran itu, sebenarnya tidak ada anggaran standar mengenai jangka waktu mengubah pembalut.
Meski demikian, sentral menjaga kebersihan & kesehatan vagina selama jaman menstruasi, tegas Junita, adalah menggunakan rutin mengganti pembalut. “Jadi nir perlu memilih pembalut yang seperti apa, yg krusial rutin merubahnya,” tambahnya.
Waktu maksimum buat segera membarui pembalut adalah ketika Anda telah merasa lembab & nir nyaman. “Intinya apabila pembalut dirasa telah penuh, lembab, & menciptakan nir nyaman, berarti harus diganti. Umumnya setiap empat sampai enam jam sekali,” ungkap Junita.
Jadi, jangan menahan penggantian pembalut karena perempuan membentuk bahan sekresi yang bersifat basa ketika menstruasi. Jika darah haid didiamkan menempel terlalu lama, pembalut bisa sebagai loka berkembangnya jamur. Anda tak ingin, kan, organ reproduksi sebagai gatal & berbau karena malas mengubah pembalut?
Perlu panty liners?
Menjelang daur menstruasi, tidak jarang wanita mengalami waktu keputihan. Untuk menyiasatinya, beberapa masyarakat memilih menggunakan panty liners buat menjaga bagianatas vagina supaya tetap kering.
Sebenarnya, perlukah memakai panty liners ini? “Pada dasarnya, vagina dapat membersihkan wilayah kewanitaannya sendiri, jadi itu tidak harus. Memang itu bisa menyerap lendir, tapi sebaiknya nir digunakan rutin lantaran justru tidak aman jika konsisten menggunakannya,” ungkap Junita. Pasalnya, meskipun tujuan memakai panty liners buat menjaga bagianatas vagina agar permanen kemarau, dalam kenyataannya pemakaian panty liners justru membuat permukaan vagina tidak mempunyai ruang untuk bernafas sehingga membuat lembab.
“Ketika emang sedang keputihan tidak apa menggunakan, akantetapi sekaliwaktu saja. Sesuaikan menggunakan tujuannya jua. Artinya, lihat kebutuhannya. Jangan digunakan dengancara rutin,” pungkas Junita.
Sumber : health.Kompas.Com & availbsp.Wordpress.Com
Belum ada Komentar untuk "Masalah Seputar Pemakaian Pembalut"
Posting Komentar