Donor Darah di Bulan Puasa? Siapa Takut!

Doktersehat.Com – Saat menjalankan puasa, masyarakat takut kondisi tubuhnya menjadi sangatlah lemah dan tidak mampu melanjutkan kewajiban berpuasa. Karenanya, banyak masyarakat menghindari aktivitas fisik yang berat. Apalagi, kegiatan mendonorkan darah.Saat bulan puasa misalnya sekarang ini masih sangatbanyak masyarakat yg sangatpercaya mitos donor darah bisa memperlemah maupun memperburuk tubuh. Padahal terdapat begitubanyak laba yg mampu didapatkan si pendonor darah apabila ia menyumbangkan darahnya. Apa saja itu?

“Ada mitos di tengah rakyat jikalau puasa gak bisa donor darah, nah ini yg musti diluruskan. Kita ingin buktikan bahwa sebenarnya penduduk yang puasa tersebut lebih kondusif jika ia mendonorkan darahnya,” ujar Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH(K) dalam acara Symphony 2012: Sympathy through Blood Donation on Friday di FKUI, Salemba, Jakarta, seperti ditulis Senin (6/8/2012).

Dr Ari mengemukakan hal pertama yang penting adalah timingnya, nir bisa dijalankan sesudah sahur dan dianjurkan dieksekusi kuranglebih jam 5 sore atau selesainya terselesaikan berbuka puasa. Hal lainnya adalah banyaksekali minum air putih, juz buah dan sayuran sehabis melakukan donor darah.

Selain itu, Dr Ari menjelaskan terdapat banyak keuntungan yang mampu didapatkan seseorang apabila ia mendonorkan darahnya buat orang lain, seperti:

1. Membantu turunkan berat badan
Dengan melakukan donor darah maka sekitar 450 cc darahnya dapat diambil dan berlangsung prosedur pembakaran kalori sebanyak 600 kalori. Kondisi ini pastinya saja akan berdampak pada kemerosotan berat tubuh.

“Donor darah bisa menurunkan berat badan lebihkurang setengah kilogram. Orang yg rutin donor darah umumnya berat badannya dapat terkontrol dengan baik,” ujar Dr Ari yg jua Staf divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPNCM.

dua. Darah sebagai lebih sehat
Di pada badan darah dapat tetap dibentuk setiap 120 hari ataupun kuranglebih 4 bulan. Jika ada sebagian darah yang dikeluarkan melalui donor darah maka badan akan bereaksi membentuk darah baru yang tentu lebih sehat dibanding menggunakan darah yg sebelumnya ada di tubuh.

3. Mencegah terjadinya penumpukan zat besi di dalam tubuh
Zat besi yg terlalu usang bertempat di dalam tubuh akan menciptakan jumlahnya makin meningkat atau tinggi, sehingga bisa berpengaruh tidakbaik pada mekanisme kelainan jantung. Tapi bila ia berdonor darah maka zat besi berlebih ini akan dikeluarkan oleh tubuh & kadarnya sebagai terkontrol menggunakan baik.

“Kalau tidak didonorkan, zat besi ini akan dimuntahkan melalui feses tapi jumlahnya terbatas. Belum lagi kita konsumsi protein tinggi dan sayuran yang ada unsur besi. Jadi usahakan dikeluarkan supaya nir menumpuk. Terutama kasus mampu muncul pada pria & perempuan menopause, karena jikalau wanita belia ia dikeluarkan tiap bulan melalui menstruasi,” ujarnya.

4. Bisa skrining kesehatan gratis
Manfaatnya jika mendonorkan darah bisa menerima skrining kesehatan perdeo seperti tekanan darah, berat badan, kadar hemoglobin (Hb) & yang terpenting bisa mengetahui apakah mengandung HIV dan hepatitis B maupun nir.

“Kalau benar-benar ternyata mengandung virus HIV ataupun hepatitis B kita akan disurati oleh PMI bahwa tidak bisa donor darah lantaran mengandung virus. Jadi ia bisa skrining gratis,” imbuh dokter yang adalah Ketua Bidang Advokasi Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia.

5. Secara psikologis mentalnya sebagai lebih baik
Orang yang berikan darahnya pada warga lain dapat merasa bahwa ia telah membuatkan dalam masyarakat lain, maka dengan psikologis mentalnya juga dapat lebih baik karena sanggup menolong warga lain & ini nir sanggup dievaluasi harganya.

“Orang yang kurang darah bakal merasa hayati pulang ketika mendapat darah, apabila dia merasa misalnya tersebut maka pendonor dapat merasa bersyukur ia telah berbagi dengan warga lain,” ujar Dr Ari.

“Silahkan donor darah & nggak kudu takut. Yang penting permanen sahur, sangatbanyak minum, konsumsi sayur dan butir serta tidur yang cukup dan jangan begadang,” tutupnya.

Sumber: detikhealth.Com & kompas.Health.Com

Donor darah bulan puasa siapa takut di MMC

Belum ada Komentar untuk "Donor Darah di Bulan Puasa? Siapa Takut!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel