Mensterilkan Makanan dengan Iradiasi Pangan

Doktersehat.Com – Iradiasi adalah taktik pengawetan makanan yang nir Mengganggu vitamin, karbohidrat, lemak, protein, & rasa makanan. Teknik iradiasi bisa menciptakan makanan lebih tahan lama menggunakan cara membunuh mikroba yang membuat makanan cepat rusak. Proses tadi dilaksanakan menggunakan menyinari produk pangan menggunakan sinar gamma.

“Proses tersebut dimaksudkan buat merusak DNA mikroba. Keunggulannya bahan pangan tidak akan rusak, baik rasa maupun nilai gizinya,” kata Zubaidah Irawati, pengamat primer Pusat Aplikasi Teknologi Isotop & Radiasi (PATIR), BATAN.

Proses iradiasi pangan yang dieksekusi di PATIR BATAN menggunakan cobalt-60. Penelitian buat itu telah dijalankan semenjak tahun 1968. Zubaidah mengungkapkan, iradiasi pangan telah diterapkan secara luas pada beraneka ragam produk pangan. “Iradiasi pangan dalam awalnya dipakai buat mensterilkan kuliner para astronot yang dapat dibawa ke luar angkasa,” ucapnya.

Perkembangan teknologi iradiasi pangan ini membuat variasi kuliner yang bisa disterilkan pun berkembang lega, mulai dari butir-buahan, ikan, pepes, sampai rendang daging.

>Dibandingkan menggunakan metode pemanasan yg mampu menghambat zat gizi di dalamnya, keunggulan cara iradiasi terjaganya kesejukan rasa & gizi makanan meski tidakdengan bahan pengawet. Proses penyinaran sinar gamma itu menggunakan takaran lebih dari 10 kilogrey (kGy). Codex Alimentarius Commission tahun 2003 sudah menyatakan iradiasi pada bahan pangan di atas takaran 10 kGy dibolehkan, mencakup BPOM RI.

Dalam analisis yang dieksekusi Zubaidah, ia mengombinasikan radiasi dengan dosis 45 kGy menggunakan suhu rendah lantaran terdapat beberapa bakteri yg bisa bertahan hayati meski telah disinari dengan dosis 10 kGy.

Dengan cara tersebut, bahan kuliner bisa awet hingga lebih dari satu tahun di suhu ruangan. “Namun bahan pengemasnya harus spesifik,” katanya.Bahan pengemas tersebut diyakini Zubaidah tetap relatif mahal. “Namun bila sudah dipakai pada taraf industri harganya mungkin bisa ditekan,” imbuhnya.

Aman

Kendati sudah diterapkan di banyak negara, sayangnya cara iradiasi pangan di tanah air belum banyaksekali diketahui. Hal tadi antara lain karena kecemasan berlebihan rakyat pada radiasi nuklir.

Zubaidah berkata sterilisasi menggunakan trik iradiasi sebenarnya secara lapang telah dipakai buat mensterilkan indera-indera medis. Sementara buat bahan pangan semenjak tahun 1995 sudah dimulai di Indonesia. “Kita punyai satu indera iradiasi komersil di Cibitung,” imbuhnya.

Di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, setiap bahan standar pangan yg diimport mensyaratkan sudah disterilisasi dengan langkah iradiasi.

Berbagai studi pula membuktikkan keamanan produk pangan yg diiradiasi. Teknik radiasi pula nir meninggalkan residu radioaktif. “Ibaratnya kita memasak dengan barah, kan nir ada api di pada makanannya, trik ini pun sama,” kata Zubaidah

Imunitas

Penelitian yg dilaksanakan Zubaidah pada pasien dengan kekuatan tahan badan rendah misalnya pasien HIV, hepatitis, atau pasien kanker yg bergelut kemoterapi, mengambarkan kuliner yg disterilkan menggunakan metode iradiasi pangan akan menaikkan status nutrisi pasien.

Penelitian tadi dijalankan kepada 45 pasien menggunakan dikontrol oleh tim dokter. “Setelah 21 hari hanya mengonsumsi kuliner sterilisasi tersebut, dikenal keterpurukan kadar albumin pasien lebih lamban. Juga nilai SGOT dan SGPT-nya baik,” ucapnya.

Dengan mengonsumsi kuliner yang sterik bisa meningkatan status nutrisi pasien. Hal ini pula bisa berpengaruh pada  meningkatnya kekebalan badan & pasien pun dapat cepat  pulih.

Sumber: kompas.Com

Pengawetan Makanan dengan Metode Sterilisasi

Belum ada Komentar untuk "Mensterilkan Makanan dengan Iradiasi Pangan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel