Khasiat Jahe Atasi Rasa Mual
Doktersehat.Com – Apakah Anda pernah menggunakan jahe buat mengobati tanda-tanda mual & muntah? Khasiat tanaman yang satu ini benar-benar tidak diragukan lagi dalam mengatasi mual, tetapi terdapat sebaiknya jika kita mengenal sedikit riset yang meneguhkan jahe menjadi obat antimual.
Jahe adalah tumbuhan rimpang yg sangat populer menjadi rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berupa jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Di Asia termasuk Indonesia, jahe dipakai buat mengobati sakit perut, mual, & diare.
style="text-align: justify;">Jahe, lebih dari sekedar bumbu dapur, lantaran terbukti manjur mengusir berbagai penyakit. Bahkan NASA, sudahpernah terbujuk menelaah khasiat jahe untuk mengatasi mabuk para awaknya.
Tidak ada yang memahami persis dari mulanya tanaman jahe alias zingiber officinale sudah diketahui sebagai bumbu dapur yang berkhasiat obat sejak ratusan tahun yang lalu.
Di cina, jahe kering sudah dipakai menjadi bahan baku obat sang seseorang tabib yg hayati dalam zaman kaisar Shen Nong, yg hayati 2000 tahun sebelum masehi. Di cina pula di temukan 2 kitab kedokteran yg pertama kali membahas khasiat jahe segar dalam tahun 500 masehi. Selain di negeri tirai bamboo, yg dikabarkan telah mengenal jahe 2000 tahun sebelum masehi merupakan india.
Sebuah riset yg dipresentasikan dalam rendezvous tahunan American Society of Clinical Oncology, tahun 2009 silam menemukan bahwa jahe dapat mengurangi imbas mual pada pasien kanker payudara yang berkecimpung kemoterapi. Riset tadi didanai sang National Cancer Institute, di mana melibatkan 644 pasien, umumnya wanita dengan kanker payudara, yang tengah menekuni kemoterapi di 23 praktik onkologi di Amerika Serikat.
Dalam risetnya, seluruh pasien disajikan obat anti-muntah standar setiap hari saat berkecimpung kemoterapi. Namun sejumlah di antara mereka jua merogoh kapsul yg mengandung ekstrak jahe, tiga hari sebelum melakukan kemoterapi.
Hasilnya memberitahuakn, mereka yg mengonsumsi jahe mengalami penurunan kuranglebih 45 % dalam risiko muntah ketimbang mereka yg nir mengonsumsi jahe, kata Julie L. Ryan asal Universitas Rochester, pengamat utama studi tadi.
Untuk mengetahui lebih banyak lagi faedah berasal jahe, National Institutes of Health sudah membuat sejumlah kompendium tentang kebenaran dari khasiat jahe dalam mengatasi anekamacam penyakit :
* Mabuk bepergian : Beberapa analisis melaporkan bahwa jahe tidak sangatbanyak berpengaruh dalam mengatasi mabuk bepergian. Studi lain bahkan mencatat, jahe hanya dapat mengurangi muntah, bukan mual. Diperlukan diagnosis lebih lanjut buat mengetahui dampak yg mungkin dapat disebabkan asal konsumsi jahe dan obat mabuk lainnya.
* Mual dan muntah saat kehamilan : Studi awal menunjukkan bahwa jahe mungkin kondusif & efektif buat mual dan muntah semasa kehamilan apabila digunakan sinkron takaran yg dianjurkan untuk jangka ketika yang ringkas.
* Mual dampak kemoterapi: Laporan pemeriksaan awal memberitahuakn bahwa jahe bisa mengurangi keparahan & lamanya saat mual dalam pasien kanker setelah kemoterapi. Studi lain jua memberitahuakn tidak terdapat dampak samping dari konsumsi jahe. Meski sangat, tetap diperlukan pemeriksaan lebih lanjut buat mengkonfirmasi output ini.
* Mual & muntah pascatindakan bedah : Beberapa laporan diagnosis menandakan konsumsi jahe sebelum operasi justru bisa menimbulkan peningkatan mual atau muntah setelah pasien menjalani operasi. Tetapi, riset lain justru menampakan output berbeda sehingga mesti studi lanjutan.
* Migrain : Belum terdapat fakta ilmiah yg cukup menjelaskan imbas jahe dalam mengatasi migren.
* Berat badan : Untuk beberapa orang, jahe sudah dipercaya bisa menjadi indera bantu menurunkan berat badan. Namun studi lebih lanjut diperlukan untuk menciptakan sebuah rekomendasi yang aman.
Senyawa aktif pada jahe
Seperti yg dipaparkan dalam kitab Herbal Indonesia Berkhasiat, jahe mengandung majemuk senyawa aktif misalnya Gingerol, zingerone, 1-dehydrogingerodine, 6-gingesulfonic acid, shogaol, karbohidrat, palmetic acid, oleic acid, linoleic acid, caprylic acid, caproc acid, lauric acid, myristic acid, pentadecanoic acid, stearic acid, linilenic acid, lesitin, gingerglycolipids (A,B,C). Jahe juga mengandung asam amino, protein, resin, diterpene, mineral, vitamin A dan niacin. Ada kandungan minyak atsiri di dalamnya : zingiberene, B-bisabolene, singiberol, zingiborenol, ar-curcumene dan beberapa aldehid.
Efek samping
Hanya sedikit dampak samping yang mungkin ditimbulkan jika seorang mengonsumsi jahe pada dosis kecil. Efek samping yang paling seringkali dilaporkan adalah kembung, mulas, dan mual. Efek ini paling sering dikaitkan menggunakan pemakaian jahe bubuk.
Hingga saat ini, terus sedikit penelitian yg menyediakan kabar tentang keamanan berasal efek pemanfaatan jahe pada jangka panjang & panduan yang kondusif asal suplemen jahe.
Secara teori, jahe dapat menaikkan risiko pendarahan bila waktu bersamaan Anda mengonsumsi obat pengencer darah misalnya aspirin, antikoagulan misalnya warfarin (coumadin), obat anti-platelet seperti clopidogrel (Plavix), & obat anti inflamasi seperti ibuprofen (Motrin, Advil) ataupun naproxen (Naprosyn, Aleve).
Penting pula diketahui bahwa jahe juga dapat mengganggu kerja obat-obatan yang membarui kontraksi jantung, mencakup beta-blocker dan digoxin.
Sebelum mulai menggunakan jahe buat mengobati penyakit apapun, terdapat seharusnya bila Anda berkonsultasi dengan dokter, terlebih lagi apabila Anda sedang menjalani pengobatan jangka panjang.
Sumber : health.Kompas.Com
Belum ada Komentar untuk "Khasiat Jahe Atasi Rasa Mual"
Posting Komentar