Pandangan Donor Mata dalam Agama Buddha
DokterSehat.Com – Budha sangatpercaya bahwa donasi organ dan jaringan merupakan masalah hati nurani individu dan menempatkan nilai tinggi pada tindakan-tindakan belas beri. Pendeta Gyomay Masao, & pendiri Candi Budha Chicago mengungkapkan, “Kita menghormati masyarakat-orang yg menyumbangkan organ tubuh mereka & buat kemajuan ilmu ilmu & medis buat menyelamatkan nyawa.
Dalam ajaran kepercayaan Buddha terdapat apa yang dianggap Upa-Paramita, merupakan memberikan organ tubuhnya buat menolong makhluk lain. Hal ini cukup begitubanyak kita jumpai pada model-contoh ceritera Jataka. Misalnya Sang Bodhisatta memberikan dagingnya, bahkan hidup-Nya demi kebahagiaan atau menolong makhluk lain yang terancam hidupnya berasal kelaparan ataupun kebuasan makhluk lain.
Bhikkhuni Subha dengan rela menyerahkan sepasang biji matanya, kepada pemuda iseng yang tergila-gila kepadanya, yang tak tahan menengok kecantikannya menggunakan sorot matanya yg menggiurkan. Tindakan Bhikkhuni Subha ini nir disalahkan oleh Sang Buddha, bahkan dengan ajaib Sang Buddha mengembalikan bola mata tersebut ke tempatnya semula, sebagaiakibatnya Bhikkhuni Subha bisa menengok balik.
>Upa-Paramita adalah galat satu kondisi dari sejumlah kondisi yg diperlukan bagi seorang Bodhisatta buat mencapai taraf kebuddhaan. Selain tersebut di dalam agama Buddha, berdana berupa transplantasi merupakan Dana Paramita, yg dapat mempertinggi nilai kehidupan insan di pada kehidupan yang bakal tiba.
Dalam Vesantara Jataka 539, Sang Buddha bersabda bahwa dalam Kelahiran Beliau menjadi Bodhisatta Vesantara, Beliau telah menyatakan sebagai dibawahini, “Segala sesuatu yg sudah kuberikan pada warga lain itu sebenarnya berasal dari masyarakat lain, dan ini tidak menciptakan aku sebagai puas. Aku ingin berdana sesuatu yg benar-benar asal dari pribadiku sendiri, karena itu jika seseorang menginginkan jantungku, akan kubuka rongga dadaku & kuberikan jantungku kepadanya. Jika yg diinginkan adalah kulit dan daging asal badanku, maka akan kucabik-cabik seluruh kulit dan daging berasal badanku & dapat kuberikan kepadanya”. Setiap umat Buddha dibenarkan mendonorkan setiap organ tubuhnya dan nir hanya ke2 matanya demi kebahagiaan orang lain, buat kelangsungan hayati masyarakat lain.
Bahkan jika wajib hidupnya sendiri pun dibenarkan buat dikorbankan demi kelangsungan hidup orang lain.***
Baca lebih lanjut mengenai sebagai Calon Donor Mata disini
Belum ada Komentar untuk "Pandangan Donor Mata dalam Agama Buddha"
Posting Komentar